Selasa, 12 Maret 2013

Refleksi Ethnomatematika: Unsur- unsur pendukung ethnomatematika.



Pada ethnomatematika terdapat  empat dimensi komunikasi, yaitu
a.       Komunikasi material matematika adalah komunikasi yang didominasi oleh sifat horizontal dan vitalitas. Dilihat dari segi keterlibatannya, jumlah satuan potensi yang terlhat bersifat minimal jika dibandingkandengan komunikasi dari dimensi lainnya. Sehingga komunikasi ini merupakan komunikasi dengan dimensi paling rendah.
b.      Komunikasi formal matematika didominasi oleh sifat- sifat korelasional ke luar atau ke dalam dari vitalitas potensinya yang memiliki makna perbedaan antara sifat- sifat yang di dalam dan sifat- sifat di luar.
c.       Komunikasi normative dalam matematika dapat dideskripsikan melalui sifat- sifat pada subyek dan obyeknya sebagai subyek yang memiliki potensi dan vitalitas matematika yang tinggi, tetapi mempunyai korelasional yang rendah. Komunikasi normatif matematika ditandai adanya sifat-sifat ideal yang abstrak dari potensi dan vitalitas subjek dan objek matematika, misal bermanfaat atau tidaknya konsep matematika.
d.      Komunikasi spiritual matematika menampung semua komunikasi yang ada dan yang mungkin ada. Komunikasi ke dalam akan memberikan sifat penunjukan absolut bagi subjek dan objek matematika. Subjek absolut merupakan subjek dengan dimensi tertinggi yang mengatasi segala subjek dan objek komunikasi sekaligus juga mengatasi semua jenis komunikasi yang ada dan yang mungkin ada. Komunikasi spiritual merupakan komunikasi dengan dimensi tertinggi. Contoh komunikasi spiritual adalah komunikasi manusia dengan Tuhan.

Terdapat dua syarat sebuah ilmu yaitu sintetik dan apriori.
a.       Sintetik adalah pernyataan atau berita pengetahuan yang kebenarannya diketahui dalam hubungannya dengan beberapa intuisi. “Kucing itu berada di atas tikar” merupakan proposisi yang khas sintetik.
b.      Apriori adalah cara memperoleh pengetahuan tanpa memanfaatkan suatu (atau beberapa) pengalaman khusus. Kant menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran transsendental dan logis.

Terdapat tiga pilar pengetahuan dalam filsafat ilmu yaitu
a.       Ontology adalah studi tentang yang-berada, yang bertujuan mengembangkan ketakjuban berkeheningan akan misteri eksistensi manusia. Salah satu dari empat aspek utama filsafat, yang menyelidiki hakikat berbagai jenis pengalaman manusia. Hakikat didefinisikan realitas artinya kenyataan yang sebenarnya, bukan keadaan sementara.
b.      Epistemology adalah unsur filsafat yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang asal-usul dan hakikat pengetahuan*. Epistimologi membahas tentang terjadinya pengetahuan,sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas dan kebenaran pengetahuan.
c.       Aksiologi mempelajari tentang manfaat apa yang diperoleh dari ilmu pengetahuan, menyelidiki hakikat nilai, baik itu berisi nilai etika ataupun estetika. Aksiologi adalah menilai mengenai baik buruknya sesuatu yang dilihat dari etika dan estetikanya. Setiap orang, waktu untuk hakekat baik buruknya berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa dimensi nilai/ value
a.       Intrinsik, jika seseorang menguasai matematika hanya untuk dirinya sendiri.
b.      Ekstrinsik, jika dia bisa menerapkan matematika untuk kehidupan sehari- hari.
c.       Sistemik, jika dia dapat mengembangkan matematika dalam kancah pergaulan mesyarakat matematika.

Lima macam dimensi politik pendidikan yaitu
a.       Industrial trainer
Politik merupakan hak yang radikal/mendasar, menganggap matematika bagian dari pengetahuan. Nilai-nilai moral yang dapat diambil adalah baik melawan buruk. Teori masyarakat yang diyakini adalah bertingkat dan berorientasi pada perdagangan. Peserta didik dianggap sebagai orang yang belum memiliki pengetahuan,  teori kemampuan siswa yang digunakan talenta dan usaha. Tujuan pembelajaran matematika yaitu kembali ke dasar. Mengajar dalam bentuk mentransfer ilmu pengetahuan. Sumber daya yang digunakan papan tulis
b.      Konservatif
Politik bersifat konservatif. Matematika adalah ilmu tentang kebenaran. Nilai-nilai moral bersifat pragmatis. Teori masyarakat berupa hirarki. Peserta didik dianggap sebagai orang yang belum memiliki pengetahuan. Teori kemampuan siswa yang digunakan talenta dan usaha. Tujuan pembelajaran matematika yaitu sertifikasi, teori dengan berpikir dan latihan mengajar dengan motivasi eksternal; Sumber daya yang digunakan bantuan mengajar. Evaluasi yang digunakan adalah tes eksternal.
c.       Humanistic
Politics bersifat konservatif/liberal. Matematika adalah struktur dari kebenaran. Nilai-nilai moral bersifat hirarki paternalistis. Teori masyarakat berupa hirarki. Peserta didik pembangunan karakter, teori kemampuan siswa yang digunakan mengembangkan talenta, tujuan pembelajaran matematika untuk mentransfer pengetahuan.
d.      Progresif
Politics yang dianut liberal. Matematika adalah proses berpikir. Nilai-nilai moral bersifat humanity/ kemanusiaan. Teori masyarakat berupa persaingan yang adil. Pembelajaran  berorientasi pada siswa. Teori kemampuan siswa  berdasarkan pada kebutuhan, tujuan pembelajaran matematika kreatif, Teori Belajar mengeksplorasi terhadap apa yang ada dan yang mungkin ada, Teori Mengajar adalah Membangun dan mengembangkan. Resources ( Sumber Daya/ media ) menggunakan sumber daya yang beranekaragam/ pengembangan Evaluasi portofolio, dan ujian; dan Diversity/ lain sebagainya beraneka ragam solusi, budaya lokal.
e.       Public educated
Politics yang dianut demokrasi. Matematika adalah kegiatan social. Nilai-nilai moral bersifat keadilan dan kebebasan. Teori masyarakat berupa tidak adil, kebutuhan reformasi. Keadaan Siswa untuk mengembangkan atau menumbuhkan bibit (penerus/ generasi yang lebih baik). Teori Kemampuan Siswa berdasarkan aspek budaya, relative. Tujuan pembelajaran matematika untuk mengembangkan orang, matematika secara komprehensif, Teori Belajar diskusi, autonomi/  otomatis pada diri sendiri, Teori Mengajar diskusi, investigasi, Resources ( Sumber Daya/ media ) pengembangan social, Evaluasi dengan portofolio, dan konteks sosial dan Diversity/ lain sebagainya: heterogonomous/ beranekaragam.


Dimensi pengetahuan siswa menurut Piaget
a.       Sensori motor: Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi.
b.      Pra operasional:  Pada periode ini, anak mulai memperlihatkan perkembangan kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan objek-objek dunia tetapi pemikirannya masih egosentris dan sentrasi.
c.       Operasional konkrit: Pada periode ini, anak melakukan perbaikan dalam kemampuan untuk berpikir secara logis. Kemampuan-kemampuan baru termasuk penggunaan operasi-operasi yang dapat-balik. Pemikirannya tidak lagi sentrasi tetapi desentrasi, dan pemecahan masalah tidak begitu dibatasi oleh keegosentrisan.
d.      Formal: Pada periode ini, pemikiran abstrak dan murni simbolis mungkin dilakukan. Masalah-masalah dapat dipecahkan melalui penggunaan eksperimentasi sistematis.

·         Zona proksimal development merupakan salah satu teori yang diungkapkan olehVygotsky. Menurutnya, perkembangan kemampuan seseorang dapat dibedakan ke dalam dua tingkat, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan berbagai masalah secara mandiri. Ini disebut sebagai kemampuan intramental. Sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas dan memecahkan masalah ketika dibawah bimbingan orang dewasa atau ketika berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Ini disebut sebagai kemampuan intermental. Jarak antara keduanya, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial ini disebut zona perkembangan proksimal.
Zona perkembangan proksimal diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan-kemampuan yang belum matang yang masih berada dalam proses pematangan. Ibaratnya sebagai embrio, kuncup atau bunga,yang belum menjadi buah. Tunas-tunas perkembangan ini akan menjadi matang melalui interaksinya dengan orang dewasa atau kolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Untuk menafsirkan konsep zona perkembangan proksimal ini dengan menggunakan scaffoding interpretation, yaitu memandang zona perkembangan proksimal sebagai perancah, sejenis wilayah penyangga atau batu loncatan untuk mencapai taraf perkembangan yang semakin tinggi.

·         Asimilasi merupakan salah satu teori dari Piaget. Asimilasi itu suatu proses kognitif, dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yan ada atau tingkah laku yang ada. Asimilasi berlangsung setiap saat. Seseorang tidak hanya memperoses satu stimulis saja, melainkan memproses banyak stimulus. Secara teoritis, asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata, tetapi asimilasi mempnagruhi pertumbuhan skemata. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses kognitif, denga proses itu individu secara kognitif megadaptsi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu.

·         Menurut Piaget Jika schemas / skema / pola yang sudah dimiliki anak mampu menjelaskan hal-hal yang dirasakan anak dari lingkungannya, kondisi ini dinamakan keadaan ekuilibrium (equilibrium), namu ketika anak menghadapi situasi baru yang tidak bisa dijelaskan dengan pola-pola yang ada, anak mengalami sensasi disekuilibrium (disequilibrium) yaitu kondisi yang tidak menyenangkan.

·         Menurut Kant, matematika sebagai ilmu adalah mungkin jika konsep matematika dikontruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu. Kontruksi konsep matematika berdasar intuisi ruang dan waktu akan menghasilkan matematika sebagai ilmu yang bersifat “sintetik a priori”.

·         Grounded theory adalah sebuah metodologi penelitian kualitatif yang nmenekankan penemuan teori dari data observasi empiric di lapangan dengan metode induktif,generatif yaitu penemuan atau konstruksi teori menggunakan data sebagai evidensi, konstruktif menemukan konstruksi teori atau kategori lewat analisis dan proses mengabstraksi, dan subyektif yaitu merekonstruksi penafsiran dan pemaknaan hasil penelitian berdasarkan konseptualisasi masyarakat yang dijadikan subyek studi.
·         Ilmu dari segi antropologi disebut ethnografi. Etnografi berasal dari kata etnos yang berarti suku bangsa dan graphein yang berarti gambaran. Jadi etnografi adalah gambaran tentang suku-suku

·         Dimensi pembelajaran matematika di kelas adalah individual, small group dan klasikal (whole group)
·         Pengetahuan dari sisi social dapat dibagi menjadi dua, yaitu subyektif dan obyektif.
·         Awal pengetahuan dari pengetahuan adalah kesadaran
·         Dua hal yang tidak bisa didefinisikan dengan matematika adalah primitive/ pangkal dan intuisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar